Perkebunan & Kehutanan

Perkebunan

Perkebunan di Kota Banjarbaru masih belum dilakukan oleh perusahaan swasta akan tetapi dilakukan oleh masyarakat sendiri. Kegiatan perkebunan yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya merupakan kebun campuran, namun memiliki dominasi komoditi tertentu, Luas lahan perkebunan di Kota Banjarbaru pada tahun 2008 mencapai 987,25 ha untuk  berbagai jenis komoditi.

Untuk lebih jelasnya luas lahan perkebunan di Kota Banjarbaru Tahun 2004-2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

KOMODITI
TAHUN (Ha)
2004
2005
2006
2007
2008
Karet
477
477
464
577
577
Kelapa Dalam
208
208
208
208
208
Kelapa Hibrida
38
38
38
38
38
Kelapa Sawit
-
-
-
-
-
Kopi
16
16
16
16
16
Melinjo
-
-
-
-
29
Kencur
-
-
-
-
7
Cengkeh
-
7
7
7
7
Lada
-
-
7
-
-
Jumlah
739
746
753
864
987

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan luas tanam perkebunan rakyat pada periode tahun 2004-2008 sebesar 248 Ha atau 33 %, akan tetapi peningkatan tersebut lebih cenderung pada penambahan jenis komoditi. Peningkatan luas tanam yang terlihat jelas adalah komoditi karet.

Luas tanam komoditi karet tahun 2004 sebanyak  477 ha menjadi 577 ha pada tahun 2008 atau mengalami kenaikan sebanyak 100 ha atau 20%.

 

Kehutanan

Hutan mempunyai peranan yang penting bagi stabilitas keadaan susunan tanah dan isinya untuk itu pembangunan kehutanan dilaksanakan dalam rangka kelestarian dan kelangsungan fungsi hutan.

Perkembangan pembangunan kehutanan memberikan kontribusi paling kecil terhadap sektor pertanian di Kota Banjarbaru. Potensi hutan rakyat di Kota Banjarbaru terdiri dari Akasia, Galam, Jati, Sengon, Mahoni dan lainnya.

Data potensi kehutanan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

KOMODITI
TAHUN (Pohon)
2003
2004
2005
2006
2007
Akasia
1600
19.182
19.182 19.182 19.182
Galam
100.000
10.842
10.842 10.842 2.502
Jati
6.089
7.770
7.770 7.770 13.320
Sengon
45.700
62.550
62.550
62.550
75.060
Mahoni
23.300
39.198
39.198
39.198
47.538
Jenis Lain
500
125.100
125.100
125.100 125.100