Brankas Wajib Dikosongkan

 

BANJARBARU – Maraknya pembobolan brankas uang yang mulai merambah ke Banjarbaru menjadi perhatian Walikota Banjarbaru, Ruzaidin Noor. Walikota mengimbau kepada seluruh SKPD dan organisasi yang ada Banjarbaru untuk waspada terkait pembobolan brankas tersebut. Ia meminta agar saat tidak ada orang di kantor brankas dikosongkan saja.
“Pembobolan brankas sepertinya sudah semakin mengkhawatirkan. Dalam waktu kurang satu bulan Kota Banjarbaru ada dua kejadian yang incarannya adalah brankas. Untuk itu saya mengimbau agar SKPD yang mempunyai brankas tidak meyimpan uang di brankas saat tidak jam kerja. Saya juga berharap uang yang dibawa ke kantor oleh bendahara seperlunya saja,” imbaunya.
Lebih jauh Ruzaidin mengatakan kalau saat ini kawanan perampok tidak pandang bulu lagi untuk melakukan kekerasan terhadap penjaga. Seperti meninggalnya M Rai, seorang wakar yang dibunuh oleh kawanan pembobol brankas menjadi salah satu bukti.


“Dua resiko yang harus ditanggung kalau sampai kawanan pembobol brankas itu beraksi. Pertama harta dan yang kedua nyawa. Saya sebagai kepala pemerintahan tidak ingin warga saya mati sia-sia di tangan para penjahat. Selain itu saya juga berharap SKPD atau instansi swasta semakin memperkuat keamanan instansinya dan mensejahterakan penjaga keamanan,” terangnya.
Di sisi lain Kapolres Banjarbaru, AKBP Budi Santoso menegaskan kalau saat ini para penjahat pembobol brankas semakin sadis. Ia mengharapkan seluruh insatansi baik swasta maupun pemerintahan meningkatkan keamanan. Selain itu ia juga mengimbau agar anak kos tidak sembarangan meninggalkan barang di kos.
“Ada dua jenis kejahatan yang lagi naik daun saat ini. Pertama pembobolan brankas dengan kekerasan dan pencurian alat elektronik di kos-kosan. Untuk itu kami dari aparat keamanan berharap masyarakat meningkatkan keamanan,” ujarnya.
Terpisah Kepala DPPKAD Kota Banjarbaru, Thalmi Hasani mengungkapkan kalau pihaknya tidak pernah menyimpan uang di brankas. Kalau karyawan sudah pulang uang sisa dari yang digunakan selalu dibawa pulang atau kalau masih sempat dikembalikan ke bank untuk disimpan.
“Kalau trnasaksi sudah selesai biasanya kalau ada uang siasa dan jumlahnya jutaan kami kembalikan ke bank. Tetapi kalau tidak sempat harus dibawa pulang oleh bendahara, pasalnya resiko menyimpan uang di brankas walaupun brankasnya dari besi,” ucapnya.

 

Sumber Berita : Radar Banjarmasin

Berita SKPD Kota Banjarbaru


Daftarkan email untuk berlangganan informasi: