Kondisi Geografis Banjarbaru
Dalam kontelasi hubungan antar-wilayah, posisi geografis Kota Banjarbaru sangat strategis karena memiliki akses jalan simpang tiga liang anggang yang menghubungkan Banjarmasin-Kotabaru dan Banjarmasin-Hulu sungai hingga ke Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, juga akses pelabuhan laut Trisakti sebagai gerbang jalur transportasi laut melalui jalan lingkar selatan liang anggang dan akses Bandar Udara Syamsuddin Noor sebagai jalur transportasi udara di Kalimantan Selatan.
Secara administratif, Kota Banjarbaru mencakup 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Kecamatan Cempaka.
Luas wilayah Kota Banjarbaru sesuai dengan Perda No.9 Tahun 2000 adalah seluas 371,38 Ha yang terbagi dalam alokasi peruntukan ruang kawasan lindung adalah 20,81% dan luasan kawasan budidaya 79,19% dari luas wilayah Kota Banjarbaru.
Dibandingkan dengan wilayah kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru menempati wilayah terkecil kedua setelah Kota Banjarmasin, yakni hanya 0,88 % dari luas Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagian besar Wilayah Kota Banjarbaru mempunyai ketinggian di bawah 100 meter dari permukaan laut (dpl). Daerah dengan ketinggian 0-7 m (33,49 %), 7-25 m (48 %), 25-100 m (15,15 %), 100-250 m (2,55 %) dan 250-500 m (0,35 %).
Geologi Wilayah Kota Banjarbaru tersusun dari Kelompok Aluvial (Qha) 48,44 %, Martapura (Qpm) 37,71 %, Binuang (Tob) 3,64 %, Formasi Kerawaian (Kak) 2,26 %, Formasi Pitap (Keputusan Presiden).
Kota Banjarbaru beriklim tropis dengan temperatur udara maksimum 34,4 C dan minimun 20,2 C, kelembaban udara rata - rata antara 49,0 – 99,3 %, rata-rata curah hujan di Kota Banjarbaru dan sekitarnya tercatat 239,0 mm dengan rata-rata tekanan udara berkisar antara 1.005,30 mb sampai dengan 1.018,80 mb dan rata-rata kecepatan angin sekitar 3,5 knots.
Perkembangan wilayah Kota Banjarbaru pada 5 tahun berjalan menunjukkan percepatan pembangunan yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu faktor pemicu dan pemacunya adalah komitmen Kepala Daerah dan Pemerintah daerah agar Kota Banjarbaru menjadi kota yang mandiri dan terdepan sesuai dengan visi kota menjadikan Kota Banjarbaru menjadi Kota Pendidikan, Industri, jasa dan perdagangan, pemerintahan dan permukiman. Selain itu dengan adanya pemindahan pusat perkantoran provinsi Kalimantan Selatan ke Kota Banjarbaru.
Beranda
Gambaran Umum
Kondisi Geografis
e-Procurement (Lelang Online)